theNotE.::

:.cos’LifEisfOrtheHerEafTeR

  • Like a bee..

    Jadilah kalian di tengah manusia laksana lebh di tengah bangsa burung, tiada seekor burungpun melainkan mengganggap remeh terhadapnya, padahal seandainya bangsa burung itu mengetahui barakah yang terkandung di perut lebah, niscaya mereka tak akan meremehkannya. Maka bergaullah di tengah manusia dengan lisan dan jasad kalian dan berbaurlah bersama mereka dengan amal dan hati kalian, sesungguhnya manusia akan mendapatkan sesuai dengan apa yang dia usahakan dan pada hari kiamat nanti akan dikumpulkan bersama siapa yang dicintainya. Ali bin Abi Thalib Radhiallahu anha
  • Abdullah bin Ruwahah berkata :

    Biarkanlah orang-orang kafir itu bersama jalan mereka Kebaikan hanya bersama Rasul-Nya Sungguh Ar-Rahman telah menurunkan kitab-Nya Menyindir penghalang apa yang ia sampaikan Sampai seseorang lalai akan teman akrabnya..
  • Chat me..

Archive for the ‘Nasihat’ Category

Surat buat Ukhti

Posted by abu muadz on April 13, 2007

Surat buat Ukhti 

Makassar, 3 Rabi’u Tsaanii 1422 H Kepada hamba Allah yang menganiaya diri-diri mereka, Assalaamu ‘Alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

Segala puji ALLAH semata. Kami memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan-Nya. Kami berlindung kepada-Nya dari kejahatan yang dibisikkan oleh jiwa-jiwa kami dan dari keburukan perbuatan kami. Aku bersaksi bahwa tiada sembahan yang berhak disembah selain ALLAH Ta’ala semata, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Aalihi Wasallam adalah hamba dan utusan-Nya. Salam dan shalawat semoga senantiasa terlimpahkan kepada Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Aalihi Wasallam, keluarga beliau, shahabat beliau serta seluruh pengikut beliau yang ikhlash hingga hari kiamat.

Read the rest of this entry »

Posted in Nasihat | Leave a Comment »

Renungan Terakhir..

Posted by abu muadz on April 7, 2007

Renungan Terakhir..
Abdul Muhsin bin ‘Abdul Jabar

Renungan ini adalah nasihat yang saya tujukan bagi setiap muslim dan muslimat yang mendambakan Surga.

Nasihat ini bukan berasal dari saya, namun berasal dari Rabb semesta alam yang telah berfirman (yang artinya):

“Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Rabbnya di pagi dan senja hari dengan mengharapkan keridhaan-Nya, dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharap perhiasan kehidupan dunia ini, dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta mengikuti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas”. (Al-Kahfi: 27)

Maka jika engkau menginginkan surga, pergaulilah orang yang jika engkau melihatnya, engkau segera mengingat Allah, jika berbicara kepadamu, ia hanya berbicara yang baik. Hindarilah orang-orang yang jahat dan ingatlah selalu firman Allah ini (yang artinya),

“Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zhalim menggigit kedua tangannya seraya berkata,’Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul. Kecelakaan besarlah bagiku, kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si Fulan itu teman akrab(ku). Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al-Qur’an ketika Al-Qur’an itu telah datang kepadaku. Dan adalah setan itu tidak mau menolong manusia.” (Al-Furqan: 27-29)

Yang dimaksud dengan si Fulan dalam ayat ini adalah orang jahat yang mengajakmu kepada segala sesuatu yang menjadikanmu lupa kepada Allah, seperti mengajak mendengarkan kaset-kaset lagu, melihat film, majalah porno, serta mengajak kepada segala sesuatu yang menjadikanmu lupa dari ta’at dan mengingat Allah.

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman (yang artinya):

“Pada hari itu (hari qiyamat) para teman karib, sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain, kecuali ornag-orang bertakwa.” (Az-Zukhruf: 67).

Setiap orang yang disayangi akan menentang orang yang mengasihinya, kecuali orang-orang yang berkasih sayang karena Allah. Setiap teman akan berlepas diri dari temannya kecuali bila persahabatannya itu hanya karena ketaatan kepada Allah. Jika engkau dicoba dengan persahabatan yang tidak menjadikan engkau dekat dengan Allah, segeralah tinggalkan persahabatan itu sebelum mereka meninggalkanmu dan berlepas diri darimu, yaitu saat berada dalam Neraka.

“(Yaitu) ketika orang-orang yang diikuti itu berlepas diri dari orang-orang yang mengikutinya, dan mereka melihat siksa, dan (ketika) segala hubungan antara mereka terputus sama sekali.”(Al-baqarah: 166). Dan seorang penyair berkata, “jika bergaul dengan suatu kaum pilihlah yang terbaik, hindari yang hina karena kehinaannya membuatmu hina.”

Sebagai penutup nasihat ini, saya selalu memohon kepada Allah ‘Azza wa Jalla agar selalu memberimu taufiq dalam segala kebaikan dan menghindarkanmu dari segala kejahatan. Semoga Allah mengampuni dosa-dosamu dan memudahkan segala urusanmu. 

Diambil dari buku “Jagalah Dirimu” karya ‘Abdul Muhsin bin ‘Abdul Jabar hal 52-55 Penerbit DARUL HAQ Jakarta, dengan beberapa perubahan. (Ngajisalaf.com)

Posted in Nasihat | 2 Comments »